
Mungkin klo sebagian dari kita yg udah pernah baca buku laskar pelangi (sebelum nonton filmnya) "sedikit" agak kecewa pas kemudian kita nonton filmnya.
ya...,laskar pelangi yg aku tonton ternyata alur ceritanya agak agak monoton. padahal sebelumnya aku berharap besar pada sang produser dan sutradara yang notabene adalah produser dan sutradara idolaku banget banget, film ini bakalan lebih bagus dari denias (klo kita bicara pada konteks pendidikan dan orang2 yg termaginalkan oleh sistem pendidikan).
kritik saya sebenarnya hanya pada tataran alur cerita aja,selebihnya saya bilang bagus. Mungkin klo film ini sedikit lebih memberi porsi pada tokoh "lintang" akan lebih bagus endingnya. Di film ini justru tokoh lintang tiba2 terpotong alur ceritanya,dan dimunculkan lagi pada akhir cerita ketika sudah punya anak. Padahal "mungkin" akan lebih menarik ketika kita lebih dalam tau perjuangan si lintang ketika meninggalkan sekolah demi membesarkan adik2nya..."sebuah potret yg jamak kita temukan disekitar kita,tapi kita terkadang kurang peduli".
Memang bagus ketika novel andrea hirata ini bisa masuk/terangkum semua dalam sebuah film,tapi mungkin butuh durasi waktu 3 jam lebih untuk menontonnya. Jadi saya pikir film ini sedikit terlalu memaksakan berbagai alur cerita yg ada di novel,alhasil output cerita di film jadi terlihat kosong,kurang greget. Sekali lagi klo di compare dgn denias,film laskar pelangi ini masih dibawah denias.
buat riri dan mba mira...good job and im waiting for ur creativity...
0 komentar:
Posting Komentar