Menikmati lagu lagu yang ngetop memang menyenangkan ya, contohnya berikut ini (khusunya buat orang yg tau bahasa jawa) :
All out of love (Air Supply) : Katresnan sak pol'e
Goodbye (Air Supply) : Lilanana pamit mulih
Lost in love (Air Supply) : Keblasuk ing katresnan
Making love out of nothing at all (Air Supply) : Ngencik gratis
Grease (Bee Gees) : Kinclong
How deep is your love (Bee Gees) : Duwekmu kok jero 'men
I started a joke (Bee Gees) : Wiwit ndagel
In the morning (Bee Gees) : Esuk uthuk-uthuk
Saturday night fever (Bee Gees) : Meriang ning nekat ngapel
Stayin' alive (Bee Gees) : Dawa umur
Words (Bee Gees) : Nggedebus
Highway star (Deep Purple) : Jago trek-trek'an
Smoke on the water (Deep Purple) : Umob (album 'Nggodog Wedang')
Soldier of fortune (Deep Purple) : Perjurit beja
Mama (Genesis) : Mbok'e
Another day in paradise (Phill Collins) : Suk'mben ing swarga
Againts all odds (Phill Collins) : Ganep
All night long (Lionel Richie) : Lek-lek'an (ngebyar)
Still (Lionel Richie) : Isih (durung entek)
Stuck on you (Lionel Richie) : Kecanthol sliramu<
Truly (Lionel Richie) : Tenan'e
Frozen (Madonna) : Njendel (album 'Lengo klentik')
Like a virgin (Madonna) : Ketok'e perawan (jebul wis .... )
Don't cry for me, Argentina (Madonna) : Sragen, aja nangis
Billy Jean (Michael Jackson) : Tuku katok Levis
Black & white (Michael Jackson) : Ireng putih (album 'Seragam sinoman')
Killing me softly (Roberta Flack) : Di-ithik-ithik sak-modar'e
Release me (Engelbert Humperdinck) : Cul'na aku
My way (Frank Sinatra) : Sak-karepku (album 'Dikandhani ora nggugu')
I don't like to sleep alone (Paul Anka) : Aku wedi turu ijen
Fragile (Sting) : Bala pecah
Hands clean (Alanis Morissette) : Cawik / cewok (album 'Bar ngising')
Believe (Cher) : Ngandel-andel'ke ('peh bapake tentara wae)
I still believe (Brenda K Star) : Isih ngandel-andel'ke (bapake wis pensiun)
Shy guy (Diana King) : Ki Joko Clingus (kancane Ki Joko Bodo)
Wild woman (Michael Learns to Rock) : Baul'an
Torn (Natallie Imbruglia) : Suwek / dedel duel
Don't speak (No Doubt) : Meneng'a wae
La copa de la via (Ricky Martin) : Ayo bal-balan
Something stupid (R William & Nicole Kidman) : Guoblok
Kiss me (Sixpence None The Richer) : Sun 'sik 'no
Viva forever (Spice Girls) : Viva wae (album 'Pupur murah')
Uptown girl (Westlife) : Anak'e wong sugih (album 'Golek maratuwa')
Don't stop me now (Queen) : 'Ngko 'sik (album 'Di-kon adus')
We will rock you (Queen) : Dak-balang watu sisan, kowe (album 'Gelut')
Always (Bon Jovi) : Mesthi ngono
Bed of roses (Bon Jovi) : Sar kembang
Alone (Heart) : Ijen (album 'Kendel tenan')
Self control (Laura Branigan) : Kont(r)ol'e dhewe
Warrior (Pat Benatar) : Gali
The temple of the king (Rainbow) : Candi raja
Sailing (Rod Stewart) : Numpak prau layar (Waljinah)
Jump (Van Halen) : Njondil (album 'Kaget')
Almost unreal (Roxette) : Ora umum
Black magic woman (Santana) : Mak Lampir
Smooth (Santana) : Lunyu (album 'Kepleset')
Always somewhere (Scorpion) : Mblayang wae
Still loving you (Scorpion) : Dak-enteni randha-mu
So young (The Corrs) : Soyang (soyang soyang mbathika plangi .... )
After all (Al Jarreau) : Keri dhewe gondol wewe
Forever young (Alphaville) : Awet enom
Woman in love (Barbra Streisand) : Suminten edan (ketoprak)
Mandy (Barry Manilow) : Adus
Suddenly (Billy Ocean) : Mak-jegagik
If (Bread) : Yen
My heart will go on (Celine Dion) : Ati-ku bablas
The prayer (Andrea Bocelli & Celine Dion) : Mbah Modin
I've never been to me (Charlene) : Durung nate
Hard to say I'm sorry (Chicago) : Emoh njaluk ngapura
Zombie (Cranberries) : Gendruwo
Boulevard (Dan Byrd) : Dalan gede
Lady Valentine (David Gates) : Putri Solo
Emotion (Destiny's Child) : Muntab
If we hold on together (Diana Ross) : Dienceng-enceng
It's you (Dionne W & Stevie W) : Jebul sliramu
Hotel California (Eagles) : Losmen Barata
Big big world (Emilia) : Donya'ne gedhe banget
More than words (Extreme) : Nggedebus tenan
In your eyes (George Benson) : Blobok
Careless whisper (George Michael) : Seneng ngrasani tangga
All I am (Heatwave) : Aku kabeh
I don't have the heart (James Ingram) : Rempela thok
Just once (James Ingram) : Sepisan wae
Beautiful girl (Jose Mari Chan) : Bocah ayu
To all the girls I loved before (Julio Iglesias) : Kanggo randha-randhaku(album 'Rhoma Irama')
Dust in the wind (Kansas) : Lesus nggawa bledug
Pretty boy (M2M) : Banci
Smile again (Manhatan Transfer) : Ayo ngguyu (Waljinah)
Paint my love (Michael Learns to Rock) : Nge-cet omah morotuwa
I'll be here waiting for you (Richard Marx) : Dak-cegat nyang kene
2 Become 1 (Spice Girls) : Ilang siji
Babe (Styx) : Maratuwa-ku wong Betawi
Mermaid (Tatsuro Yamashita) : Iwak ayu
Lea (Toto) : Liya (dudu sing kuwi)
Just the way you are (Billy Joel) : Sak-karepmu
Smoke gets in your eyes (jazz) : Klilipen kebul
Long train running (Doobie W) : Kepalang sepur
All blues (George Benson) : Kelunturan katok Levis
O Danny boy (tradisional Irlandia) : Jebul'e anake Dani to !
Summertime (jazz) : Ketiga (wis suwe ora udan)
Blueberry hill (Louis Armstrong) : Gunung Pare (saingane Silir)
so...lanjutin lagi dong ide2 gilanya...
Mengenai Saya
- THiS
- magelang-ngayojokarto-batavia, N.K.R.I, Indonesia
- THiS adalah simbolisasi nama saya yg "ber"..Taufiq HIdayat Syah ... THiS juga sifatnya konotatif,dalam "boso londo" artinya INI, yg dalam basa jawa saya beranikan diri untuk bilang "IKI LHO AKU"...ato "AING TEA" dalam ranah sunda...hehehe... yachh..sudah seperti itu aja,SIMPLE... rabu(7)+pon(7)=14 ini weton saya yg lahir tgl 15.04.70, shio nya ANJING menggonggong ...,saya lahir dan gede di magelang jawa tengah, kota yg sejuk,kota yg secara imajiner disebut PAKUNING TANAH JOWO (paku yg ditancapkan tepat dipusat/centre pulau jawa) yg menurut cerita jawa kalo paku ini diambil maka pulau jawa akan ter"eliminasi". saya tumbuh dan hidup selalu tidak jauh dengan apa yg namanya SENI...,semua aktifitas saya banyak sekali bersinggungan dengan yg namanya SENI especially seni desain mendesain...yg singkat cerita FINALLY saya bekerja sekarang juga dalam dunia SENI ARSITEKTUR...buat saya kreativitas adalah segala-galanya...FEED YOUR MIND...
Sabtu, 17 Januari 2009
Rabu, 08 Oktober 2008
ohh..LASKAR PELANGI..ku

Mungkin klo sebagian dari kita yg udah pernah baca buku laskar pelangi (sebelum nonton filmnya) "sedikit" agak kecewa pas kemudian kita nonton filmnya.
ya...,laskar pelangi yg aku tonton ternyata alur ceritanya agak agak monoton. padahal sebelumnya aku berharap besar pada sang produser dan sutradara yang notabene adalah produser dan sutradara idolaku banget banget, film ini bakalan lebih bagus dari denias (klo kita bicara pada konteks pendidikan dan orang2 yg termaginalkan oleh sistem pendidikan).
kritik saya sebenarnya hanya pada tataran alur cerita aja,selebihnya saya bilang bagus. Mungkin klo film ini sedikit lebih memberi porsi pada tokoh "lintang" akan lebih bagus endingnya. Di film ini justru tokoh lintang tiba2 terpotong alur ceritanya,dan dimunculkan lagi pada akhir cerita ketika sudah punya anak. Padahal "mungkin" akan lebih menarik ketika kita lebih dalam tau perjuangan si lintang ketika meninggalkan sekolah demi membesarkan adik2nya..."sebuah potret yg jamak kita temukan disekitar kita,tapi kita terkadang kurang peduli".
Memang bagus ketika novel andrea hirata ini bisa masuk/terangkum semua dalam sebuah film,tapi mungkin butuh durasi waktu 3 jam lebih untuk menontonnya. Jadi saya pikir film ini sedikit terlalu memaksakan berbagai alur cerita yg ada di novel,alhasil output cerita di film jadi terlihat kosong,kurang greget. Sekali lagi klo di compare dgn denias,film laskar pelangi ini masih dibawah denias.
buat riri dan mba mira...good job and im waiting for ur creativity...
Kamis, 21 Agustus 2008
MAKNA sebuah RUMAH
Terkadang kita sering terjebak makna rumah ya yg penting bisa untuk sekedar berteduh,begitu ya kira-kira klo konteksnya faktor finansial yg terbatas.Padahal juga faktor keterbatasan dana itu bukan alat pembenaran sebuah penyimpulan makna.
Saya sering mensosialisasikan kpd klien klien saya bahwa makna rumah itu bukan sekedar bisa berlindung dari panas dan hujan,juga bukan sekedar keindahan/estetika.Tapi yg lebih dalam lagi adalah bagaimana kita bisa nyaman berada di rumah tersebut nantinya.Ketika kita sudah merasa nyaman, secara tidak langsung kita sudah merasakan semuanya indah,nah substansinya sebenarnya sederhana spt itu. Kemudian kenyamanan itu akan terbangun ketika proses perencanaan sebuah rumah itu didialogkan antara keinginan si calon penghuni rumah dengan sang arsitek, pengalaman saya adanya perdebatan2 yg sengit akan cukup konstruktif untuk melahirkan sebuah karya. Meskipun saya dengan background arsitek,tidak serta merta harus sesuai keinginan saya, karena saya perlu banyak sekali masukan dari klien. Begitu juga dengan si klien, meskipun mereka meng"hire" saya dan punya uang ga serta merta juga harus diturutin kemauannya.
Bicara kenyamanan,maka kita akan bicara masalah penataan ruang2 di dalam bangunan itu sendiri, tentunya masing2 rumah akan berbicara lain sesuai dengan masing2 karakter dari penghuni rumah tersebut.penyesuaian karakter dari penghuni tsb yg nantinya akan menjadi output dari sebuah karya arsitektur. Keindahan hanyalah sebuah tempelan (bedak) saja,yg tiap waktu bisa kita rubah2. Tetapi "ruang" adalah "ruang" dimana makna kenyaman rumah akan terbangun dari sini.
Jumat, 09 Mei 2008
CUBLAK CUBLAK SUWENG
"...cublak cublak suweng, suwenge ting gelenter, mambu kecundung gudel, pakempo lera lere sopo ngguyu ndelekake sirr...sirr pong dele kopong sirr..sirr..pong dele kopong..."
ko tiba2 inget dolanan itu ya, tapi ga tau bener ga salah tuh vocab nya, perasaan yg keinget ya kata2 itu, tapi klo dieja trus diartiin satu2 ko bingung ya artinya apa...hehehe, butuh bantuan ne...lirik aslinya sebenarnya spt apa.
ko tiba2 inget dolanan itu ya, tapi ga tau bener ga salah tuh vocab nya, perasaan yg keinget ya kata2 itu, tapi klo dieja trus diartiin satu2 ko bingung ya artinya apa...hehehe, butuh bantuan ne...lirik aslinya sebenarnya spt apa.
Selasa, 06 Mei 2008
KETERBATASAN DANA
Banyak jalan menuju ke roma ... klise...,tapi memang begitu adanya.
Ketika saya menyusuri jalan tikus (alias jalan likak likuk untuk menghindari kemacetan di jakarta) di daerah jagakarsa, ada seorang ibu2 yg sedang jualan makanan dipinggir jalan kampung, ...ga tau itu jualan sejenis lotek ato apa, saya juga ga sempet berhenti dan nanya jual apa, karena itu ga penting. Yang cukup membuat saya takjub,ternganga,gedeg2,senyum2 dan ngomong sendiri YESSSSSS ... adalah ... "CARA SI IBU SETENGAH BAYA ITU NGUSIR LALAT" ...
Kita semua mungkin pernah tau, dan bahkan pernah punya kipas angin murahan yg ditempel di atas (plafon/gantungan kayu,ato apapun yg bisa buat ngiket ke atas), yang biasanya juga umurnya paling lama 1 bulan, yg setelah itu muternya udah ga karuan dan bunyi pula...hahahaha..., kembali lagi ke si ibu tadi ..., sepertinya si ibu itu pernah punya kipas angin yg udah JEBOL kipas2nya (sekali lagi memang kipas angin sejenis itu gampang jebol), nah kipas angin yg udah GUNDUL alias ga ada kipas2nya tsb sama si ibu dikasih tali rafia (posisi pada bekas kipas)sekitar panjang 35cm trus dikasi pemberat sedikit,dan ditaruh/digantung diatas makanan. Ketika si kipas angin ini dinyalakan, apa yg terjadi??? ... si tali rafia ikut muter2 beserta pemberatnya dan silalat yg mo parkir diatas makanan merasa risih seperti ditabok2 orang ... walhasil si ibu itu ga usah capek2 ngusir lalat pake tangan ato penebah cukup si KIPAS ANGIN JEBOL itu yg ngusir ... hahahaha, ide ibu itu bisa menginspirasi produsen pengusir lalat lho.
Ketika saya menyusuri jalan tikus (alias jalan likak likuk untuk menghindari kemacetan di jakarta) di daerah jagakarsa, ada seorang ibu2 yg sedang jualan makanan dipinggir jalan kampung, ...ga tau itu jualan sejenis lotek ato apa, saya juga ga sempet berhenti dan nanya jual apa, karena itu ga penting. Yang cukup membuat saya takjub,ternganga,gedeg2,senyum2 dan ngomong sendiri YESSSSSS ... adalah ... "CARA SI IBU SETENGAH BAYA ITU NGUSIR LALAT" ...
Kita semua mungkin pernah tau, dan bahkan pernah punya kipas angin murahan yg ditempel di atas (plafon/gantungan kayu,ato apapun yg bisa buat ngiket ke atas), yang biasanya juga umurnya paling lama 1 bulan, yg setelah itu muternya udah ga karuan dan bunyi pula...hahahaha..., kembali lagi ke si ibu tadi ..., sepertinya si ibu itu pernah punya kipas angin yg udah JEBOL kipas2nya (sekali lagi memang kipas angin sejenis itu gampang jebol), nah kipas angin yg udah GUNDUL alias ga ada kipas2nya tsb sama si ibu dikasih tali rafia (posisi pada bekas kipas)sekitar panjang 35cm trus dikasi pemberat sedikit,dan ditaruh/digantung diatas makanan. Ketika si kipas angin ini dinyalakan, apa yg terjadi??? ... si tali rafia ikut muter2 beserta pemberatnya dan silalat yg mo parkir diatas makanan merasa risih seperti ditabok2 orang ... walhasil si ibu itu ga usah capek2 ngusir lalat pake tangan ato penebah cukup si KIPAS ANGIN JEBOL itu yg ngusir ... hahahaha, ide ibu itu bisa menginspirasi produsen pengusir lalat lho.
Senin, 26 November 2007
FUN GAME "GOBAK SODOR"
...Tiba-tiba teringat masa-masa kecil dulu,mainan gobak sodor...ingat?
coba aku explain dikit ya apa itu gobak sodor...
Gobak Sodor adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.
Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.
Udah ingat ya?
Waktu Sekolah Dasar dulu hampir tiap hari mainan gobak sodor, sebelum bel masuk sampai jam istirahat pun diisi sama yg namanya gobak sodor tsb. Pulang sekolah, habis tidur siang bareng-bareng sama temen-temen kampung mainan gobak sodor lagi, wah meriah klo inget masa itu.
Tapi sampai sekarang saya belum tau "GOBAK SODOR" itu artinya apa dan dari bahasa apa? ada yg bisa bantu?
Jaman sekarang rasa-rasanya belum pernah liat anak-anak di kota ataupun di kampung mainan gobak sodor. Meski jaman udah berubah tapi sepertinya asyik juga klo kita ngajarin anak-anak kita mainan gobak sodor atau kalo perlu diadakan event "PERLOMBAAN GOBAK SODOR", biar mainan ini awet sebagai salah satu bagian dari warisan bangsa ini.
coba aku explain dikit ya apa itu gobak sodor...
Gobak Sodor adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.
Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.
Udah ingat ya?
Waktu Sekolah Dasar dulu hampir tiap hari mainan gobak sodor, sebelum bel masuk sampai jam istirahat pun diisi sama yg namanya gobak sodor tsb. Pulang sekolah, habis tidur siang bareng-bareng sama temen-temen kampung mainan gobak sodor lagi, wah meriah klo inget masa itu.
Tapi sampai sekarang saya belum tau "GOBAK SODOR" itu artinya apa dan dari bahasa apa? ada yg bisa bantu?
Jaman sekarang rasa-rasanya belum pernah liat anak-anak di kota ataupun di kampung mainan gobak sodor. Meski jaman udah berubah tapi sepertinya asyik juga klo kita ngajarin anak-anak kita mainan gobak sodor atau kalo perlu diadakan event "PERLOMBAAN GOBAK SODOR", biar mainan ini awet sebagai salah satu bagian dari warisan bangsa ini.
Minggu, 25 November 2007
MERAYAKAN KEMBALI 1980-an
Mengapa ada sepenggal intro lagu "That’s What Friends Are For" di film "Shrek 3"? Mengapa grup vokal anak muda Grogie menyanyikan lagu lawas "Mungkinkah Terjadi"? Dan mengapa beberapa klab malam terbaru di Jakarta memutar lagu-lagu "classic disco"? Jawabannya sederhana: ini saatnya kembali ke era 1980-an.
Salah satu klab yang memiliki ruang khusus untuk musik disko ala 1980-an adalah X2. Klab yang terletak di pusat perbelanjaan Plaza Senayan, Jakarta Selatan, dan dibuka sejak 23 Februari itu memiliki empat ruangan dengan konsep musik berbeda. Salah satunya bernama Vintage.
Saat memasuki ruangan klub dengan nuansa warna biru itu langsung terasa suasana berbeda dibanding lazimnya klab-klab malam masa kini. Di Vintage, DJ memutar lagu-lagu disko klasik, lagu-lagu pengiring dansa-dansi yang masih bisa dinyanyikan dengan mulut. Memang tak semuanya dari era 1980-an karena ada juga lagu-lagu disko seperti Night Fever-nya Bee Gees dari tahun 1977 atau Let The Music Play dari Barry White tahun 1974.
Selain Vintage di X2, ada juga klab Nine Clouds di lantai 9 Menara Jamsostek yang menawarkan musik dansa 1980-an. Menurut Direktur Nine Clouds Hendri Suryadi (40), klab tersebut sejak awal mengambil konsep vintage. Untuk menghadirkan suasana "lama tetapi ngetren" itu dihadirkan musik-musik disko klasik atau jazzy tunes setiap malam.
Menggali memori
Selain hiburan yang ditawarkan klab, kebangkitan era 1980-an dapat dilihat juga pada maraknya CD atau kaset keluaran terbaru berisi kompilasi lagu-lagu era itu. Label rekaman Sony-BMG Indonesia, misalnya, bahkan sudah merilis album kompilasi berjudul Big 80’s Vol.1 sejak 2004 yang dilanjutkan dengan 80’s Replay Vol.1 & 2 (2005) dan Big 80’s Vol.2 (2006).
Desember ini, Sony-BMG akan merilis album berjudul The Jaduls yang berisi koleksi lagu-lagu era 1980-an, macam Billie Jean (dibawakan Michael Jackson), I Need You (BVSMP), hingga Baby Don’t Forget My Number (Milli Vanilli).
Dua label besar lainnya, Warner Music Indonesia dan Universal Musik Indonesia, tak mau kalah. Universal sedang bersiap meluncurkan album Best Movie Hits yang berisi lagu-lagu soundtrack era 1980-an, termasuk Flash Dance (What A Feeling) yang dibawakan Irene Karra dan Against All Odds (Take A Look At Me Now) dari Phil Collins.
Sementara Warner baru saja mengeluarkan album 80’s Slowdance dengan lagu-lagu seperti First Love (Nikka Costa), Cherish (Kool & the Gang), dan Never Gonna Change My Love for You (George Benson).
"Album-album kompilasi itu menggali memori masa lalu. Orang susah cari album aslinya. Dengan kompilasi mereka mendapatkan banyak memori," kata Agus Hidayat, Marketing Manager-International Department Warner Music Indonesia.
Khusus 1980-an
Stasiun-stasiun radio pun beramai-ramai mengusung tema 1980-an. Radio Sonora di frekuensi 92.0 MHz menyiarkan acara berjudul Delapanpuluh, yaitu acara bincang-bincang dan musik yang menggali kenangan era 1980-an, mulai dari membahas film Si Unyil sampai mode rambut dan celana.
Jika Anda menyalakan radio di Jakarta menjelang tengah malam, lagu-lagu era 1980-an juga dapat didengarkan di beberapa stasiun, seperti Cosmopolitan FM (90.4 MHz), Trijaya (104.6 MHz), Female (99.5 MHz), dan RRI Pro-2 (105.0 MHz).
Dua stasiun radio yang masih dalam satu kelompok usaha, yakni Ramako (105.8 MHz) dan KISFM (95.1 MHz), bahkan mengkhususkan diri memutar lagu-lagu era 1980-an, baik lagu Indonesia maupun Barat. "Komposisinya 70 persen lagu 1980-an, 20 persen 1990-an, dan 10 persen lagu baru," ungkap Kevin Onyx, music director radio KISFM, yang menerapkan konsep tersebut sejak tahun 2000.
Tren back to 1980s ini pun terlihat di seluruh dunia. Band-band yang sempat mewarnai era 1980-an dan sudah bubar, seperti The Police dan Genesis, memutuskan reuni dan menggelar tur lagi. Hollywood pun memproduksi film-film baru yang bernuansa 1980-an, seperti Music & Lyrics (2006) dan Transformers (dibuat berdasarkan mainan anak-anak dan serial film kartun TV yang ditayangkan di AS 1984-1987). Dalam film Transformers (2007) yang ber-setting waktu masa kini itu, salah satu soundtrack-nya adalah Drive, lagu yang dipopulerkan kelompok The Cars tahun 1984.
Pasar potensial
Kebanyakan pelaku industri hiburan beralasan, kembalinya tren 1980-an itu karena ada pasar potensial. "Orang-orang yang mengalami masa remaja pada era 1980-an saat ini telah mapan. Mereka adalah para eksekutif muda yang rata-rata menduduki posisi pengambil keputusan operasional di sebuah perusahaan. Minimal level supervisor," kata Kevin dari KISFM, yang mengatakan pendapatan iklan radionya langsung melonjak drastis setelah berganti konsep menjadi radio khusus 1980-an.
Senada dengan Kevin, Media Relations Coordinator X2 Rani Marunduh mengatakan, Vintage sengaja dibuka untuk memberi alternatif hiburan bagi para profesional dan eksekutif muda berusia akhir 20-an hingga 30-an. "Mereka sudah mapan secara ekonomi, tetapi masih ingin bergaul dan hang out. Kalau generasi 1960-an atau 1970-an kan sudah ketuaan buat dugem," paparnya.
Sementara, menurut Agus Hidayat dari Warner, di pasar saat ini sedang terjadi siklus alami penikmat musik yang berbasis era. "Siklus itu selalu ada dan akan berproses dengan sendirinya. Kami memanfaatkan warisan repertoar dan yakin ada komunitas pendengar setia lagu-lagu era 1980," kata Agus.
Apa pun alasannya, sekarang saatnya merayakan kembali 1980-an!
(KOMPAS,Minggu 25 November 2007-Dahono Ftrianto & Frans Sartono )
Salah satu klab yang memiliki ruang khusus untuk musik disko ala 1980-an adalah X2. Klab yang terletak di pusat perbelanjaan Plaza Senayan, Jakarta Selatan, dan dibuka sejak 23 Februari itu memiliki empat ruangan dengan konsep musik berbeda. Salah satunya bernama Vintage.
Saat memasuki ruangan klub dengan nuansa warna biru itu langsung terasa suasana berbeda dibanding lazimnya klab-klab malam masa kini. Di Vintage, DJ memutar lagu-lagu disko klasik, lagu-lagu pengiring dansa-dansi yang masih bisa dinyanyikan dengan mulut. Memang tak semuanya dari era 1980-an karena ada juga lagu-lagu disko seperti Night Fever-nya Bee Gees dari tahun 1977 atau Let The Music Play dari Barry White tahun 1974.
Selain Vintage di X2, ada juga klab Nine Clouds di lantai 9 Menara Jamsostek yang menawarkan musik dansa 1980-an. Menurut Direktur Nine Clouds Hendri Suryadi (40), klab tersebut sejak awal mengambil konsep vintage. Untuk menghadirkan suasana "lama tetapi ngetren" itu dihadirkan musik-musik disko klasik atau jazzy tunes setiap malam.
Menggali memori
Selain hiburan yang ditawarkan klab, kebangkitan era 1980-an dapat dilihat juga pada maraknya CD atau kaset keluaran terbaru berisi kompilasi lagu-lagu era itu. Label rekaman Sony-BMG Indonesia, misalnya, bahkan sudah merilis album kompilasi berjudul Big 80’s Vol.1 sejak 2004 yang dilanjutkan dengan 80’s Replay Vol.1 & 2 (2005) dan Big 80’s Vol.2 (2006).
Desember ini, Sony-BMG akan merilis album berjudul The Jaduls yang berisi koleksi lagu-lagu era 1980-an, macam Billie Jean (dibawakan Michael Jackson), I Need You (BVSMP), hingga Baby Don’t Forget My Number (Milli Vanilli).
Dua label besar lainnya, Warner Music Indonesia dan Universal Musik Indonesia, tak mau kalah. Universal sedang bersiap meluncurkan album Best Movie Hits yang berisi lagu-lagu soundtrack era 1980-an, termasuk Flash Dance (What A Feeling) yang dibawakan Irene Karra dan Against All Odds (Take A Look At Me Now) dari Phil Collins.
Sementara Warner baru saja mengeluarkan album 80’s Slowdance dengan lagu-lagu seperti First Love (Nikka Costa), Cherish (Kool & the Gang), dan Never Gonna Change My Love for You (George Benson).
"Album-album kompilasi itu menggali memori masa lalu. Orang susah cari album aslinya. Dengan kompilasi mereka mendapatkan banyak memori," kata Agus Hidayat, Marketing Manager-International Department Warner Music Indonesia.
Khusus 1980-an
Stasiun-stasiun radio pun beramai-ramai mengusung tema 1980-an. Radio Sonora di frekuensi 92.0 MHz menyiarkan acara berjudul Delapanpuluh, yaitu acara bincang-bincang dan musik yang menggali kenangan era 1980-an, mulai dari membahas film Si Unyil sampai mode rambut dan celana.
Jika Anda menyalakan radio di Jakarta menjelang tengah malam, lagu-lagu era 1980-an juga dapat didengarkan di beberapa stasiun, seperti Cosmopolitan FM (90.4 MHz), Trijaya (104.6 MHz), Female (99.5 MHz), dan RRI Pro-2 (105.0 MHz).
Dua stasiun radio yang masih dalam satu kelompok usaha, yakni Ramako (105.8 MHz) dan KISFM (95.1 MHz), bahkan mengkhususkan diri memutar lagu-lagu era 1980-an, baik lagu Indonesia maupun Barat. "Komposisinya 70 persen lagu 1980-an, 20 persen 1990-an, dan 10 persen lagu baru," ungkap Kevin Onyx, music director radio KISFM, yang menerapkan konsep tersebut sejak tahun 2000.
Tren back to 1980s ini pun terlihat di seluruh dunia. Band-band yang sempat mewarnai era 1980-an dan sudah bubar, seperti The Police dan Genesis, memutuskan reuni dan menggelar tur lagi. Hollywood pun memproduksi film-film baru yang bernuansa 1980-an, seperti Music & Lyrics (2006) dan Transformers (dibuat berdasarkan mainan anak-anak dan serial film kartun TV yang ditayangkan di AS 1984-1987). Dalam film Transformers (2007) yang ber-setting waktu masa kini itu, salah satu soundtrack-nya adalah Drive, lagu yang dipopulerkan kelompok The Cars tahun 1984.
Pasar potensial
Kebanyakan pelaku industri hiburan beralasan, kembalinya tren 1980-an itu karena ada pasar potensial. "Orang-orang yang mengalami masa remaja pada era 1980-an saat ini telah mapan. Mereka adalah para eksekutif muda yang rata-rata menduduki posisi pengambil keputusan operasional di sebuah perusahaan. Minimal level supervisor," kata Kevin dari KISFM, yang mengatakan pendapatan iklan radionya langsung melonjak drastis setelah berganti konsep menjadi radio khusus 1980-an.
Senada dengan Kevin, Media Relations Coordinator X2 Rani Marunduh mengatakan, Vintage sengaja dibuka untuk memberi alternatif hiburan bagi para profesional dan eksekutif muda berusia akhir 20-an hingga 30-an. "Mereka sudah mapan secara ekonomi, tetapi masih ingin bergaul dan hang out. Kalau generasi 1960-an atau 1970-an kan sudah ketuaan buat dugem," paparnya.
Sementara, menurut Agus Hidayat dari Warner, di pasar saat ini sedang terjadi siklus alami penikmat musik yang berbasis era. "Siklus itu selalu ada dan akan berproses dengan sendirinya. Kami memanfaatkan warisan repertoar dan yakin ada komunitas pendengar setia lagu-lagu era 1980," kata Agus.
Apa pun alasannya, sekarang saatnya merayakan kembali 1980-an!
(KOMPAS,Minggu 25 November 2007-Dahono Ftrianto & Frans Sartono )
Langganan:
Postingan (Atom)